Sabtu, 25 Oktober 2014

D. Pembentukan Lebih Lanjut


Yang dimaksud pembentukan lebih lanjut ialah pembentukan kata turunan melalui proses morfologi bahasa Indonesia dengan kata-kata serapan sebagai bentuk dasamya. Dalam kaitannya dengan unsur serapan, pembicaraan hanya menyangkut pengimbuhan, karena dalam pengulangan dan pemajemukan tidak ada yang perlu dibicarakan. Kata-kata yang diawali oleh konsonan hambatan tak bersuara lpl,/tl,/kl, dan geseran apiko-alveolar Isl jika mendapat awalan meng- atau peng- fonem tersebut hilang atau luluh, contohnya: pukul menjadi memukul dan pemukul, tolong menjadi menolong dan penolong, karang menjadi mengarang dan pengarang, susun menjadi menyusun dan penyusun.
Kata-kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan bilabial tak bersuara /p/ contohnya: paket, parker, potret, piket. Jika mendapat awalan meng- dan peng- atau peng-an, kata-kata tersebut menjadi memaketkan, memarkir, memotret, dan memiketi; pemaketan, pemarkiran, pemotretan, pemiketan. Jadi kata-kata serapan tersebut diperlakukan sama dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia yang lain.
Kata-kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan apiko  dental tak
bersuara It/ contohnya: target, teror. Apabila dibentuk dengan awalan meng- menjadi menargetkan atau mentargetkan; meneror atau menteror. Jika dibentuk denganpeng-an menjadi;penargetan atau pentargetan, peneroran atau penteroran,.
Agar dapat dibentuk sesuai dengan kaidah morfofonemik yang berlaku, kata asing yang kemudian menjadi kata dasar itu harus sudah dikenal dengan baik. Oleh karena itu, untuk kata-kata yang belum dikenal, bukan saja konsonan awalnya tidak mengalami peluluhan, melainkan juga  diberi tanda hubung untuk mempertegas  batas  antara kata  dasar.


Konsonan geseran labio-dental tak bersuara /f/ dulu disesuaikan dengan system fonologi bahasa Indonesia menjadi /p/. Yang sudah disesuaikan menjadi /p/ mengalami penghilangan atau luluh, sedang apabila tetap /f/ mendapat sengauan yang homorgan, yaitu /ml. Contohnya: pikir menjadi memikirkan dan pemikiran; fitnah menjadi memfitnah danpemfitnahan.
Konsonan hambatan dorso-velar tak bersuara /kl yang mengalami kata-kata
katrol, dan keker luluh apabila mendapat awalan meng- atau konfiks peng-an seperti terlihat pada: mengatrol dan pengatrolan, dan pengontakan,  mengonsep danpengonsepan, mengekerdanpengekeran.
Seperti halnya pada unsur serapan yang lain, kata-kata yang masih terasa asing mendapat perlakuan yang berbeda, contohnya pada kata "sinkrun" dan "sistematis",jika mendapat awalan meng- danpeng-an menjadi mensinkrunkan dan pensinkrunan, mensistematiskan  danpensistematisan.
Kata dasar serapan yang diawali oleh gugus konsonan /pr/ seperti pada prates, program, produksi, dan praktik, jika mendapat awalan meng- Ip/ tidak luluh menjadi: memprotes, memprogram, memproduksi, dan mempraktikkan. Tetapi apabila mendapat konfiks peng-an /p/-nya luluh menjadi: pemrotesan, pemrograman, pemroduksian, dan pemraktikan. Ini bukan perlakuan yang istimewa untuk unsur-unsur serapkan sebab hal yang demikian itu kita lihat juga pada bentukan memperkirakan. Memprihatinkan. kata-kata serapan yang diawali dengan gugus konsonan /tr/, /st/, /ski, /sp/,
/pl/, /kl/, konsonan yang awalnya tidak pemah mengalami peleburan, baik dalam pembentukan dengan awalan meng-, peng-, maupun konfiks peng-an, contohnya: mentraktir, pentraktir, menstabilkan,.
Kata-kata serapan yang diawali oleh gugus konsonan yang terjadi atas tiga fonem dan fonem yang pertama berupa hambatan, sudah tentu konsonan pertamanya tidak pemah lebur apabila mendapat awalan meng- ataupeng-.
Kata-kata serapan itu tentu saja juga dapat mengalami proses pengulangan

seperti pada: traktor-traktor, computer-komputer dan sebagainya. Kata-kata serapan tidak dapat mengalami perulangan sebagian yang berupa dwipurwa atau dwiwasana. Pada pengulangan dengan awalan konsonan awal pada suku ulangannya juga tidak luluh, contohnya: mempraktis-praktisan, mengkritik-kritik, menstabil-stabilkan.

Rabu, 15 Oktober 2014

NAMA   : DILAN KUSUMA
NPM       : 52413460
KELAS   : 2IA14

BAB III
UCAPAN DAN EJAAN


PENERAPAN KAIDAH EJAAN
Ejaan itu sendiri adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. . Secara teknis, ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.Dan juga merupakan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antar hubungan antara lambang-lambang itu
Dalam bahasa indonesia ada istilah EYD yaitu Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Pada tahun 1987 terjadi revisi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Keputusan menteri ini menyempurnakan EYD edisi 1975.
Berikut adalah hal yang paling terlihat dalam perubahan yang terjadi pada EYD hingga sekarang :
"j" menjadi "y" : sajang → sayang
"tj" menjadi "c" : tjutji → cuci
"ch" menjadi "kh": achir → akhir
"nj" menjadi "ny" : njamuk → nyamuk
"dj" menjadi "j": djarak → jarak
"sj" menjadi "sy" : sjarat → syarat
Adapun kebijakan baru yang ditetapkan pada EYD :
Huruf f, v, dan z yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing diresmikan pemakaiannya.
Huruf q dan x yang lazim digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan tetap digunakan, misalnya pada kata furqan, dan xenon.
Awalan "di-" dan kata depan "di" dibedakan penulisannya. Kata depan "di" pada contoh di rumah, di sawah, penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara "di-" pada dibeli atau dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Kata ulang ditulis penuh dengan mengulang unsur-unsurnya. Angka dua tidak digunakan sebagai penanda perulangan
PENULISAN HURUF BESAR / HURUF KAPITAL :
1.             Huruf kapital di pakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat.
Contoh :
Pagi ini Ayah sedang pergi ke kantor.
2.              Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh :
“Apakah benar disini tempatnya?” kata Dilan
3.              Huruf kapital di pakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, nama agama, dan kitab suci; termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Contoh :
Atas berkat rahmat Tuhan yang Maha Esa
4.              Huruf kapital di pakai sebagai huruf pertama unsur nama, jabatan, pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh :
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
5.             Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Contoh:
Drs. Dilan Kusuma
6.              Huruf kapital di pakai sebagai huruf pertama nama bangsa , suku bangsa dan bahasa.
Contoh:
bangsa Indonesia
7.              Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.
Contoh :
Duapuluh Januari Pamulang
8.              Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Contoh:
Tangerang Selatan
9.              Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama negara, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata dan.
Contoh :
Undang-Undang Dasar 1945
10.          Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata , di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata di, dari, pada, yang, untuk, yang tidak pada posisi awal kalimat.
Contoh :
Ayah berlangganan majalah Panjebar Semangat .
11.          Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, pangkat dan sapaan .
Contoh :
Dr. Dilan Kusuma, Mpd.
12.          Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, paman dan bibi yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Contoh :
Laporan Saudara akan kami selidiki.
13.          Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda.
Contoh:
Apakah surat saya sudah Anda terima?

Huruf Miring
1.         Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya:
Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca.
Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa.
2.         Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Misalnya:
Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital.
3.         a.         Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.
Misalnya:
Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.
b.         Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia.
Misalnya:
Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.

Huruf Tebal
1.         Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran.
Misalnya:
Judul Buku      :          HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
2.         Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf miring.
Misalnya:
Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.
Seharusnya ditulis dengan huruf miring:
Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.

Penulisan Partikel dan Awalan
Ada kata atau awalan yang harus ditulis serangkai, yaitu adi- misalnya pada adidaya, adikuasa, adimarga, adibusana. Juga awalan awa- pada awabau, awaair, awawarna, awasuara.
Kata antara ditulis terpisah, tetapi antar- ditulis serangkai. Contoh: antarkota, antarpulau, antarnegara, antarbangsa.
Kata maha apabila dirangkai dengan kata dasar ditulis serangkai. Contoh: mahasiswa, mahaguru, Mahakuasa, Mahaadil. Tetapi apabila dirangkai dengan kata bentukan tidak dirangkaikan. Contoh: Maha Pemurah, Maha Mengetahui, Maha Pengampun. Yang dikecualikan dari ketentuan di atas ialah kata Maha esa yang meskipun kata maha itu dirangkai dengan kata dasar, tetapi harus dipisah. Ejaan yang betul menurut Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ialah Tuhan Yang Maha Esa.

Penulisan Bilangan
 Pedoman EYD menetapkan empat jenis penulisan angka,

Pertama, angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. Dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.

Kedua, angka digunakan untuk menyatakan :

(1) ukuran panjang, berat, luas, dan isi,
(2) satuan waktu,
(3) nilai uang, dan
(4) kuanitas.

Ketiga, angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, aparteman, atau kamar pada alamat.
Keempat, angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.
Dari delapan jenis penulisan bilangan yang diatur dalam Pedoman EYD, empat diantaranya perlu dibahas disini. Ini mengingat apa yang dibolehkan dalam Pedoman EYD, belum tentu dibolehkan pula dalam bahsa jurnalistik.
a.      Penulisan lambang bilangan satu-dua kata
Pedoman EYD menetapkan, penulisan lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan.
b.      Penulisan lambang bilangan awal kalimat
Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.
c.       Penulisan lambang bilangan utuh
Angka yang menunjukan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Ketentuan dalam Pedoman EYD ini sangat sejalan dengan kaidah bahasa jurnalistik yang senantiasa menuntut kesederhanaan dan kemudahan.
d.      Penulisan lambang bilangan angka-huruf
Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali didalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. (ash3).com
Tanda Baca

Tanda Titik (. )
a.      Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya: Ayahku tinggal di Solo.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Misalnya:  A. S. Kramawijaya
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
Misalnya:   Dr.                   (Doktor)
Tanda Koma ( , )
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Misalnya: Saya membeli kertas, pena, dan tinta.

Tanda Titik Koma (; )
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian­bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Misalnya: Malam makin larut; kami belum selesai juga.
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Misalnya: Ayah mengurus tanaman di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.

Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Misalnva: Yang kita perlukan sekarang ialah barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari.
Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonorni Umum dan Ekonomi Perusahaan.
Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya:    a.  Ketua      : Ahmad Wijaya

Tanda Hubung ( – )
Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Misalnya:         …ada cara ba­-ru juga.

Tanda Pisah ( – )
Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan
khusus di luar bangun kalimat.
Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu -saya yakin akan tercapai- diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Tanda Elipsis ( … )
Tanda elipsis menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
Misalnya: Kalau begitu … ya, marilah kita bergerak.

Tanda Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya
Misalnya: Kapan ia berangkat?

Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah, atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Misalnya: Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak- istrinya!

Tanda Kurung (   )
Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Misalnya: DIP (Daftar Isian Proyek) kantor itu sudah selesai.

Tanda Kurung Siku ([... ])
Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu jadi isyarat bahwa kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah asal.
Misalnya: Sang Sapurba men[d] engar bunyi gemerisik.

Tanda Petik (“… “)
Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Kedua pasang tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.
Misalnya:  “Sudah siap?” tanya Awal.
“Saya belum siap,” seru Mira, “tunggu sebentar!”

Tanda Petik Tunggal ( ‘ … ‘ )
Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.

Misalnya:  Tanya Basri, “Kaudengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”

Senin, 09 Juni 2014

Arti Cinta

MACAM – MACAM JENIS CINTA

Perasaan yang di berikan atau yang timbul setelah mengenal seeorang secara sifatnya dan perasaan itu adalah hal positif yang biasa ingin memperoleh hal yang sama dari orang yang di berikan adalah cinta yang di maksud oleh beberapa kalangan orang. Namun lain halnya tentang cinta yang akan saya bahas. Seperti yang kita ketahui cinta sendiri memiliki banyak arti yang masing masing berbeda tergantung dari arah cinta itu di berikan.
Cinta pada seseorang secara lawan gender ( Jenis Kelamin) akan membuat orang yang memiliki perasaan seakan akan hanya memiliki pandangan pada satu orang tersebut dan akan rela berkorban atau akan selalu menunjukan kemampuannya demi membuat kagum orang yang di tuju. Cinta jenis ini adalah sifatnya masih sepihak. Karena masih sepihak inilah seseorang yang punya perasaan terhada orang lain akan cenderung berhasrat agar orang tersebut membalas perasaannya seperti dia memberikannya kepada orang tersebut.
Cinta pada Objek atau Pekerjaaan. Cinta jenis ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami sedikit mental disorder (kesalahan cara pikir). Orang ini cenderung mengutamakan hal atau perkerjaannya yang akan mengakibatkan dia kurang bertingkah sosial dengan orang sekitarnya. Meskipun hal ini sendiri sebenarnya tidak buruk.
Cinta pada Kaum Sedarah. Maksudnya adalah perasaan yang di berikan pada seorang Ibu, Bapak, Kakak, Dan/atau Adik. Perasaan ini tidak khusus bermaksud dengan cinta yang melibatkan perasaan secara detail untuk memiliki. Namun biasanya perasaan ini adalah bentuk dari rasa balas budi yang di berikan.
Dan inilah jenis Cinta yang akan saya bahas. Cinta pada orang sepengalaman. Biasanya cinta ini akan timbul pada seseorang yang tentunya memiliki asal usul dan nasib yang sebanding. Pada awalnya cinta ini akan hadir pada mereka yang memiliki perasaan akan suatu kejadian yang biasanya buruk sehingga akan meminta konsolidasi, dan dari konsolidasi inilah keduanya akan semakin dekat. Dekat dalam hal ini mengarah pada kedekatan yang menimbulkan saling mengerti antar sesama entitas. Mereka cenderung akan lebih mengetahui batasan batasan yang bisa mereka bisa lalui dan yang mereka tidak bisa, jadi secara otomatis mereka akan menghindari untuk melontarkan pertanyaan yang berat bagi mereka untuk di jawab.

Namun hal yang paling penting dari jenis Cinta ini adalah perasaan yang mutual yang melebihi sekadar  cocok secara fisik maupun cocok secara hati. Mereka sudah melewati banyak hal bersama, yang berat maupun yang ringan. Dan juga yang sensitif maupun biasa saja. Mereka akan saling menghargai, dan mungkin akan lebih tau tentang pasangannya di banding dirinya sendiri. Rasa untuk saling menjaga perasaan satu sama lain akan membuat mereka tidak akan pecah secara masalah eksternal. Maksudnya adalah masalah yang di timbulkan dari luar, contohnya kedekatan yang berlebih pada salah satu pasang dengan orang lain. Meskipun kejadian ini bukan mustahil untuk pasangan jenis ini. Namun mereka akan secara otomatis meminimalisir kemungkinan terjadi seperti ini.

Selasa, 29 April 2014

Keindahan Fasilitas Umum

KEINDAHAN FASILITAS UMUM
Pada hari minggu untuk tepatnya pada tanggal xx. Kami sekelompok dalam hal ini kelompok saya yang berisikan saya sendiri Dilan Kusuma, Rizky Marsaputra, dan Ardy Vrilian bersama dengan kelompok lain yang pada kunjungan sebelumnya pergi bersama kami juga yaitu kelompok Rilo Tri Atmojo, Hari Rifkiriyadi, dan Bintang Satrio. Untuk kedua kalinya melakukan kunjungan, namun kali ini kunjungan kami bertujuan untuk melakukan observasi atau pemantauan terhadap fasilitas umum yang ada di daerah sekitar. Kami mengambil stasiun kereta untuk di obseravasi. Seperti yang telat kita ketahui bahwa sesuatu meskipun sama, tidak akan sama seutuhnya, jadi kami akan membandingkan antara stasiun kereta yang ada di bogor dengan yang ada di kota.

Untuk memulai perjalanan kali ini, pertama kami bertemu di stasiun pondok cina atau yang akrab di sebut dengan “Pocin”.  Setelah parkir motor dan menunggu semua anggota datang, kami langsung memesan tiket ke arah kota. Lalu kami memperoleh kartu kereta, inilah yang akan digunakan sebelum memasuki tempat tunggu di kereta. Jadi kartu ini nanti akan di tempelkan ke pintu rotasi untuk meng-unlock kunci sehingga kita bisa lewat. Setelah itu, saatnya menunggu kereta datang.

Akhirnya kereta kami datang setelah menunggu sekitar 15 menit. Katanya kereta di sini memiliki waktu selang antara 10-15 menit sebelum kereta selanjutnya datang. Jarak dari stasiun “Pocin” sampai kota kurang lebih 17 stasiun, ya wajar saja karena stasin kota merupakan stasiun terujung dari track kereta ini. Kurang lebih 45 menit kami sampai pada tujuan. Dari AC pada kereta belum menyala sampai nyala, dan banyak penumpang yang sudah berganti. Akhirnya kami sampai ke stasiun kota.

Dari perjalanan yang panjang itu, jelas, persediaan yang habis pertama pasti adalah minuman. Jadi kami membeli minuman dulu di Seven Eleven biasa di sebut “Sevel” sambil mencari tempat untuk berfoto. Setelah berfoto di depan tulisan “Stasiun Kota” kami mencari fasilitas umum yang ada di Stasiun ini. Setelah melihat beberapa fasilitas, kami memilih mushola dan mengambil beberapa foto di sana. Mushola di stasiun kota ini menurut saya cukup mengecewakan. Karena meski mengetahui fakta bahwa banyak orang yang lalu lalang di sini, kapasitas mushola sangat terlihat jelas tidak mencukupi. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah tempat ini cukup bila waktu solat tiba? Bukan hanya itu saja kekecewaan saya. Ternyata tempat wudhu dan toilet di jadikan satu. Meski sebenarnya itu tidak apa-apa, namun setidaknya toilet haruslah bersih dan memiliki sarana pengeringan seperti keset yang bagus juga. Menurut saya bila saya tiba di stasiun ini saat waktu solat, saya akan memilih tempat solat lain jika bisa.

Hal yang sama tidak terjadi di tempat jajanan atau tempat lainnya di stasiun kota ini. Meskipun di sini ternyata banyak tempat jajannya yang banyak menggunakan kemasan bungkus. Dan yang seperti yang kita semua tahu, bahwa orang-orang yang menggunakan tranportasi kereta cenderung memiliki kepadatan waktu atau waktu yang sempeit, sehingga mereka pasti lebih memilih makanan kemasan yang praktis dan bisa di konsumsi selagi mereka melakukan hal lain. Dan juga di sini banyak orang lalu lalang, namun di sini masih sangat teduh dan bersih. Saya berharap hal yang sama dapat terjadi pada mushola di sini.
Setelah itu kami memesan tiket ke arah bogor untuk melakukan observasi perbandingan antara stasiun kota dengan stasiun bogor. Perjalanan dari stasiun kota ke bogor lebih jauh lagi dari pada perjalanan yang pertama. Karena kami pergi dari ujung ke ujung melewati semua stasiun yang ada di track kereta ini. Meskipun demikian, perjalanan kami kali ini terasan sedikit lebih mudah, karena kali ini Acnya. Jadi selama perjalanan kami yang sudah mulai lelah terbantu karena sejuknya AC membuat Saya  mengantuk. Setelah sampai di bogor kami melakukan sedikit observasi dan langsung mengambil foto mushola dan foto stasiun bogor.


 Meskipun dengan waktu yang sudah menghimpit dan dengan hanya mengambil beberapa foto dari mushola. Saya tahu bahwa keadaan mushola di bogor lumayan jauh berbeda dengan yang ada di stasiun kota. Toilet dan tempat wudhu di pisah dan keadaan keduanya cukup bersih dan terawat. Hanya saja yang saya sayangkan hanyalah ukuran mushola di sini tidak berbeda jauh dengan yang ada di stasiun kota. Dan bila dilihat dari foto-foto yang telah saya ambil. Terlihat bahwa stasiun bogor lebih ramai dan terlihat lebih kumuh dengan banyaknya penjual-penjual kaki lima di depan stasiun dan juga membuat keadaan stasiun seperti kurang terawat.































Lalu kami membeli tiket pulang kembali ke stasiun “Pocin”. Nah, untuk perjalanan kereta yang terakhir ini terasa sangat mudah dan tidak membosankan. Karena perjalanannya sangat dekat. Setelah sampai di “Pocin” kami kembali ke rumah masing – masing. Itulah perjalanan kami untuk observasi fasilitas umum. Jadi intinya adalah, dalam segi stasiun dan kebutuhan para penumpang yang menyangkut pangan dan kenyamanan, stasiun kota lebih bagus namun bila di lihat dari kebutuhan rohani dan toilet stasiun bogor lebih bagus.










Senin, 31 Maret 2014

Kunjungan Musium Bank Mandiri




Beberapa hari yang lalu saya dan teman - teman saya yaitu Rilo Tri Atmojo, Rizky Marsaputra, Hari Rifkiriyadi, Ardy Vrilian, Bintang Satrio melakukan kunjungan ke musium bank mandiri yang berlokasi di kota tua. Di musium yang berdiri pada tanggal 2 oktober 1998 itu kami melihat banyak sejarah dari awal bank mandiri berdiri di Indonesia. Museum yang menempati area seluas 10.039 m2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, gedung tersebut pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri.









Namun tujuan kami yang sesungguh di musium bank mandiri itu adalah untuk melihat perkembangan teknologi yang ada di sana. Dengan memegang amanat ini dari dosen kami. Saya akan membahas beberapa teknologi yang mengalami perubahan sangat dramatis namun sangat berguna bagi manusia.





Di mulai dari masa dimana semua arsip – arsip sampai apa pun yang menggunakan huruf di buat dengan menggunakan mesin ketik. Dahulu semua arsip akan di proses satu persatu baris yang bila sudah menyentuh ujung baris yang satu lagi maka catridge harus di tarik ke ujung yang awal untuk memulai ketikan di baris yang baru secara manual. Seiring berjalannya waktu, mesin ketik tersebut mengalami banyak perubahan, yang di awali dari beberapa maintenance (perbaikan mesin berkala) yang akhirnya menginspirasi perubahan hingga mesin tersebut berubah menjadi komputer dengan melaui tahap – tahap yang panjang.





Lalu dari masa alat hitung masih menggunkan sempoa lalu yang menggunakan metode yang cukup rumit yaitu dengan melambang beberapa value (nilai) dengan mata / biji sempoa menjadi kalkulator sederhana dan sekarang menjadi semacam alat kasir yang dapat melakukan banyak perhitungan dengan banyak data yang efisien.






Disana juga ada mesin printer dan CPU yang sangat besar, pada saat itu mesin print masih harus memiliki banyak tombol untuk menentukan bagaimana hasil saat kertas di print dari jumlah, hingga detail – detail yang lain. Dan yang paling menarik adalah CPU, ini merupakan salah satu bukti bahwa bank mandiri telah menemani Indonesia seiring waktu dari CPU yang masuh sebesar lemari hingga CPU jaman sekarang.


Tidak ketinggalan tentang brangkas. Seperti yang telah kita semua ketahui, bila membahas bank, pasti akan terbayang brangkas yang besar. Bank mandiri telah menggunakan banyak model brangkas dari yang tebal namun protection (perlindungan) –nya kecil hingga yang sangat tebal hingga tidak hancur meski terkena ledakan bom dan memiliki banyak Seal (kunci) yang bertahap.



Berikut adalah perubahan - perubahan yang terjadi pada mesin ATM bank Mandiri. Pada awalnya mesin ATM ini sangat terlihat kaku dan rentan. Waktu pemrosesan saat penarikan uang pun relatif lebih lama.



















Dan inilah mesin ATM mandiri yang sudah tidak asing lagi di mata kita, terlihat lebih menarik dan jauh lebih dapat di andalkan. Mesin yang satu ini juga sudah memiliki banyak fungsi seiring dengan pengembangan pada bagian perbankan.

Selasa, 07 Januari 2014

Generasi Muda

Seperti post-post saya yang sebelumnya, Saya akan membahas sedikit tentang pokok bahasan. Lalu akan ada review dari Saya sendiri.

1. Permasalahan Generasi Muda

Pada saat ini genereasi muda di indonesia bisa di bilang sedang mengalami  masalah yang sangat  luar biasa . Jika di bandingkan dengan zaman  zaman terdahulu  terlihat sekali semakin merosotnya  kualitas generasi muda di indonesia.  Berikut ini adalah masalah yang ada di generasi muda di indonesia pada saat ini :

A. Menurunnya rasa nasionalisme , idealisme ,dan patriotisme dikalangan generasi muda,  dapat di lihat dengan berkurangnya rasa bangga terhadap  tanah air tercinta indonesia.   

B. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya. masa depan yang belum pasti membuat  para pemuda dan pemudi menjadi  kesulitan dalam menentukan  jalan hidupnya

C. Belum seimbangnya antara fasilitas pendidikan  dengan generasi muda , baik  dalam segi formal dan  informal.  hal ini juga diperparah dengan tingginya jumlah putus sekolah yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga bangsa.

D. minimnya jumlah lapangan kerja  yang tersedeia serta banyaknya pengganguran yang dapatmengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.

E. kurangnya asupan gizi yang di berikan terhadap generasi muda yang berdampak pada terhambatnya  perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan mereka.

F. kecenderungan untuk menikah muda di kalangan generasi muda namun belum siap menerima segala konsekuensi yang ada sehingga menambah permasalahan yang ada di masyarakat.  .

G. cara bergaul zaman sekarang yang sudah jauh di luar batas moral bangsa indonesia. maraknya pergaulan bebas dan penggunaan obat obatan terlarang yang menjadi salah satu penyebab utama rusaknya masa depan generasi muda.

2. Potensi-potensi Generasi Muda

meskipun generasi muda terkadang di pandang sebelah mata oleh sebagian orang namun sebenarnya  mereka memeliki  potensi yang  besar bila di asah dengan baik dan benar  .Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :

a. Idealisme dan Daya Kritis

Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga mereka dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari ide baru. merka juga cenderung  memiliki rasa ingin tau yang luar biasa akan sesuatu sehingga wawasan mereka lebih bisa menerima sesuatu yang baru di bandingkan orang tua yang  memiliki cara pikir yang kolot.

b. Dinamika dan Kreativitas

Adanya idealisme pada generasi muda, yang menyebabkan mereka memiliki  kreativitas dan keberanian yang lebih untuk membuat atau menciptakan sesuatu yang baru

c. Keberanian Mengambil Resiko

generasi muda  memiliki keberanian untuk mengambil keputusan keputusan beresiko  yang menyangkut dengan dirinya  dengan segala pengetahuan yang mereka miliki  .  .

d. Optimis dan Kegairahan Semangat

kegagalan adalah sukses yang tertunda mungkin itulah yang dapat menjadi pegangan para generasi muda  dalam melewati segala tantangan. selain faktor umur yang cenderung masih panjang  dan faktor kepercayaan diri yang tinggi membuat mereka  memiliki semangat yang juga sangat besar dalam  melakukan suatu hal.

e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni

Generasi muda memiliki  keinginan untuk dapat hidup mandiri dan tidak merepotkan orang tuanya lagi . hal ini membuat mereka lebih cepat untuk dapat mandiri.  mereka juga masih memiliki rasa kedisiplinan yang  murni yang terbentuk dengan alami pada merela tanpa ada aturan aturan dari orang lain.

f. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.

generasi muda di kenal memiliki jiwa sosial dan rasa persatuan yang  tinggi. hal ini bisa di lihat dengan banyaknya organisasi organisasi yang  di bentuk oleh pemuda pemudi. mereka juga lebih bisa menerima keanekaragaman yang ada karena lebih berpikir secara terbuka dan rasional

h. Patriotisme dan Nasionalisme

para generasi muda memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi  bermacam macam keindahan dan kelebihan bangsa yang dapat memicu mereka untuk lebih mencintai dan menjunjung tinggi bangsa indonesia.

i. Sikap Kesatria

Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.

j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi

karena memiliki rasa ingin tau yang dan kreativitas yang tinggi , generasi muda lebih mudah mencerna ilmu ilmu yang baru  dan menerapkanya , terutama dalam segi teknologi karena mereka hidup di  zaman yang dipenuhi teknologi sehingga sarana pembelajaran mereka pun lebih banyak dan luas.

HAL HAL YANG SAYA ANGGAP HARUS LEBIH DI PERHATIKAN

Kurangnya rasa idealisme, patriotisme dan bahkan nasionalisme di likungan masyarakat tidak terkecuali generasi muda. Sangat mungin di sebabkan oleh :
·         Belum adanya kesetaraan antara banyaknya jumlah generasi muda dan fasilitas pendidikan yang berdampak  banyaknya anak yang harus berhenti sekolah dan hal ini memberi efek negati yang besar bagi bangsa.
·         Kurangnya gizi yang cukup yang menyebabkan penurunan kecerdasan dan pertumbuhan  badan dikalangan generasi muda.
·         Kurangnya lapangan kerja yang menyebabkan tingginya tingkat pengangguran.
·         semakin maraknya pergaulan bebas yang terjadi dikalangan generasi muda yang berdampak pada penyalahgunaan narkotika.
·         Banyaknya pernikahan dini atau dibawah umur yang kebanyakan terdapat di daerah pedesaan 
·         Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.

MENURUT SAYA :
Dalam hal ini pemerintah maupun penduduk harus dan berkewajiban untuk berpartisipasi dalam hal pembangunan generasi muda. Namun hanya dengan mengetahui penyebabnya belumlah cukup. Dari titik inilah pemerintah dan masyarakat masuk untuk gotong royong mengatasi masalah-masalah ini dengan melihat beberapa potensi yang dimiliki oleh generasi muda yang perlu dikembangkan, antara lain:

·         Optimis dan kegairahan semangat.
·         Patriotisme dan nasionalisme.
·         Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi.
·         Sikap ksatria.
·         Keaneka ragaman dalam persatuan dan kesatuan.
·         Dinamika dan kreatifitas.
·         Terdidik.
·         Keberanian mengambil resiko.

       Segala potensi diatas dapat dikembangkan secara maksimal,maka akan tercipta generasi muda yang dapat memajukan bangsa. Dan juga dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan oleh seluruh masyarakat.